<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My way</title>
	<atom:link href="http://fazfast.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fazfast.wordpress.com</link>
	<description>Sedikit Perjalanan Hidupku</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Mar 2008 17:38:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='fazfast.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>My way</title>
		<link>http://fazfast.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fazfast.wordpress.com/osd.xml" title="My way" />
	<atom:link rel='hub' href='http://fazfast.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MUD VOLCANO</title>
		<link>http://fazfast.wordpress.com/2008/03/10/mud-volcano/</link>
		<comments>http://fazfast.wordpress.com/2008/03/10/mud-volcano/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 17:26:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fazfast</dc:creator>
				<category><![CDATA[My KuliaH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fazfast.wordpress.com/2008/03/10/mud-volcano/</guid>
		<description><![CDATA[MUD VOLCANO DI PULAU JAWA Mud Volcano atau gunung api lumpur merupakan fenomena yang memanjang dalam lapisan bumi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, utara Bali hingga utara Lombok yang jika suatu ketika terjadi patahan akibat pergerakan bumi, maka akan menemukan jalan keluarnya. Untuk di pulau Jawa sendiri dapat dilihat dari gambar di bawah ini, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fazfast.wordpress.com&amp;blog=3080472&amp;post=12&amp;subd=fazfast&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><b><span>MUD VOLCANO DI PULAU JAWA</span></b></p>
<p class="MsoNormal"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal"><span>Mud Volcano atau gunung api lumpur merupakan fenomena yang memanjang dalam</span></p>
<p class="MsoNormal">lapisan bumi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, utara Bali hingga utara Lombok yang jika</p>
<p class="MsoNormal"><span>suatu ketika terjadi patahan akibat pergerakan bumi, maka akan menemukan jalan keluarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Untuk di pulau Jawa sendiri dapat dilihat dari gambar di bawah ini, yaitu terdapat di kota-kota</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>berikut: Jawa Tengah di daerah Bleduk Kuwu, Purwodadi dan Sangiran, sedangkan di Jawa</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Timur ditemukan di Kalang Anyar, Pulungan, Gunung Anyar hingga Bangkalan yang berada</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>dalam satu pola kelurusan berarah NE-SW.</span></p>
<p><span id="more-12"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Mud Vulcano ini terbentuk karena melepaskan gas alami yang naik ke permukaan ketika</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>menemukan conduit (sesar mendatar yang tegak) dan membawa Lumpur (mud) yang memiliki</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>densitas lebih ringan dari sedimen di sekitarnya. Lumpur, gas, batuan, belerang dan garam serta</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>air akan diletuskan di permukaan membentuk kerucut seperti gunung. Proses sedimentasinya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>serupa <i>mud diaper </i>dalam skala yang lebih kecil tetapi dalam gerakan yang lebih cepat, jadi</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>dipicu oleh adanya paket sedimen berdensitas rendah dikelilingi paket sedimen berdensitas lebih</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>tinggi. Gerakan tektonik berpengaruh, juga burial sedimen yang diendapkan secara cepat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Wilayah sesar mendatar aktif merupakan lahan subur mud vulcano.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Mud Vulcano ini juga bisa terbentuk di bawah laut, <i>sea bed. </i>Hanya skalanya sampai ke</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>permukaan atau tidak akan dipengaruhi oleh volume bahan rombakan <i>subsurface </i>yang</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>dibawanya naik. Beberapa gunung lumpur bahkan membentuk pulau-pulau seperti banyak</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>ditemukan di utara pulau Sawu baratnya Timor dan di utara Timor. Pulau Atauro (Pulau</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kambing) di offshore uutara Dili adalah pulau mud vulcano.</span><span style="font-size:10pt;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><b>Sumber :<span style="color:blue;"> http://hotmudflow.wordpress.com/2006/10/30/gunung-lumpur-madura-satu-garis-dengan-porong/</span></b></p>
<p class="MsoNormal"><b><span>MUD VOLCANO BLEDUG KUWU</span></b></p>
<p style="text-align:justify;"><b><span>Bledug Kuwu</span></b><span> adalah sebuah fenomena gunung api lumpur (<i>mud volcanoes</i>) seperti halnya yang terjadi di Porong, Sidoarjo, tetapi sudah terjadi jauh sebelum jaman Kerajaan Mataram Kuno (732M &#8211; 928M). </span>Terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Purwodadi, Propinsi Jawa Tengah. Obyek yang menarik dari Bledug ini adalah letupan-letupan lumpur yang mengandung garam dan berlangsung secara hampir kontinyu pada daerah dengan diameter ± 650 meter. Secara etimologi, nama Bledug Kuwu berasal dari Bahasa Jawa (karena memang adanya di tengah Jawa sih… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , yaitu ‘<i>bledug</i>‘ yang berarti ‘<i>ledakan / meledak</i>‘ dan ‘<i>kuwu</i>‘ yang diserap dari kata ’<i>kuwur</i>‘ yang berarti ‘<i>lari / kabur / berhamburan</i>‘. Mungkin kalau adanya di Jawa Barat namanya akan menjadi <i>‘Mèlèdug Lumpat’</i>, atau menjadi <i>‘Explode Run’</i> jika terdapat di <i>Greenwich</i> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://persembahanku.files.wordpress.com/2006/10/bledug-kuwu-01.jpg" target="_blank"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="///C:/DOCUME%7E1/GEO-3P%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.jpg" alt="Lokasi Bledug Kuwu" border="0" height="341" width="500" /><!--[endif]--></span></a></p>
<p style="text-align:justify;">Lokasi Bledug Kuwu dapat dilihat juga menggunakan <i>Google Earth</i> pada koordinat 7°07′03.90″LS, 111°07′17.61″BT seperti pada screenshot di atas. Bleduk Kuwu dapat ditempuh kurang lebih 23 km ke arah Timur (Cepu, Blora) dari Purwodadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Bledug Kuwu merupakan letupan gas pada endapan lempung yang terkumpul secara berkala. Endapan lempung yang cukup tebal, dimana di bagian dalamnya terakumulasi gas sehingga terbentuk ruangan yang cukup tebal dibawah tanah. Ruangan yang terbentuk memberikan tempat untuk terkumpulnya air formasi yang asin dan ikut keluar saat terjadi letupan gas setinggi 1 &#8211; 5 meter dengan interval beberapa jam. Bahkan menurut penduduk setempat dulunya tinggi letupan Bledug Kuwu dapat mencapai 10 meter dengan interval 5 menit.</p>
<p style="text-align:justify;">Gas yang terdapat pada letupan <a href="http://persembahanku.wordpress.com/2006/08/23/proses-pembentukan-minyak-bumi/" target="_blank"><span style="color:windowtext;">Bledug Kuwu merupakan gas metan biogenik (<i>biogenic methane gas</i>)</span></a> yang merupakan hasil dari proses <a href="http://persembahanku.files.wordpress.com/2006/08/03.JPG" target="_blank" title="Proses diagenesis (penguraian jasad mahluk hidum menjadi gas)"><span style="color:windowtext;">diagenesis</span></a> dan biasa terjadi pada kedalaman 0 sampai 4 km. Terbentuk dari sisa jasad mahluk hidup serta aktifitas jasad renik anaerob pada kondisi temperatur tinggi (± 100 &#8211; 125°C) dan tekanan dari beban sedimen diatasnya. Untuk keterangan tentang terjadinya proses diagenesis silahkan baca kembali artikel saya tentang <a href="http://persembahanku.wordpress.com/2006/08/23/proses-pembentukan-minyak-bumi/" target="_blank"><span style="color:windowtext;">Proses Pembentukan Minyak Bumi</span></a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Air formasi yang ikut terbawa keluar saat terjadi letupan gas mempunyai kadar garam (salinitas) yang tinggi dan sangat potensial untuk diolah menjadi garam dapur. Kelebihan garam dapur volcano ini adalah sudah mengandung yodium dengan kadar yang lebih tinggi dibandingkan garam dapur hasil olahan dari air laut, meskipun berpotensi mengandung sianida juga, sehingga relatif bisa langsung digunakan tanpa harus melalui proses penambahan yodium lagi kedalam garam.</p>
<p style="text-align:justify;">Secara geologi, fenomena yang terjadi di daerah Kuwu disebut sebagai Mud Volcano atau gunung api lumpur. Setiap ekstrusi pada permukaan lempung atau lumpur Bledug Kuwu membentuk suatu kerucut yang diatasnya terdapat suatu telaga. Ekstrusi tersebut dibarengi dengan keluarnya gas dan air (kadang-kadang juga minyak) secara kuat, bahkan dengan suara ledakan. Seringkali gas yang dikeluarkan terbakar sehingga menyerupai gunung api. Sifat gunung api lumpur ini sangat tergantung kepada iklim dan juga jumlah lempung yang dikeluarkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Terjadinya gunung api lumpur biasanya berasosiasi dengan suatu keadaan geologi yang lapisan sedimennya belum tekompaksikan, mempunyai tekanan tinggi dan mengakibatkan timbulnya diapir dari serpih ataupun penusukan oleh serpih. Gejala tersebut juga sering berasosiasi dengan daerah yang disebut ‘<i>over pressured area</i>‘, yaitu daerah tekanan tinggi yang tekanan serpihnya lebih besar daripada tekanan hidrostatik, dengan demikian dapat menimbulkan kesulitan pemboran.</p>
<p class="MsoNormal">Sumber: <a href="http://persembahanku.wordpress.com/2006/10/01/mud-volkano-kuwu-bledug-kuwu/">http://persembahanku.wordpress.com/2006/10/01/mud-volkano-kuwu-bledug-kuwu/</a></p>
<h3><span class="mw-headline"> </span></h3>
<h3><span class="mw-headline">MUD VOLCANO DI DUNIA</span></h3>
<h3><span class="mw-headline">1. </span><span class="mw-headline">Europe</span><span class="mw-headline"> and </span><span class="mw-headline">Asia</span></h3>
<p>Fenomena<span>  </span>Mud Volkano hanya sedikit terjadi di benua eropa, tetapi dozens dapat ditemukan di <span> </span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kerch_Peninsula" title="Kerch Peninsula">Kerch Peninsula</a> tenggara dari Ukraina. <span>Di Italia umumnya berada di utara dekat <span> </span></span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Apennine_Mountains" title="Apennine Mountains"><span>Apennines</span></a><span> dan di </span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sicily" title="Sicily"><span>Sicily</span></a><span>. Yang lainnya relatif, mud mud volkano ditemukan di </span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Berca_Mud_Volcanoes" title="Berca Mud Volcanoes"><span>Berca Mud Volcanoes</span></a><span> dekat Berca di </span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Buz%C4%83u_County" title="Buzău County"><span>Buzău County</span></a><span>, </span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Romania" title="Romania"><span>Romania</span></a><span> <span><span> </span>dekat <span> </span></span></span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Carpathian_Mountains" title="Carpathian Mountains"><span>Carpathian Mountains</span></a><span>.</span></p>
<p><span>Banyak mud volcano terdapat di shore dari laut hitam dan laut kaspia. Tenaga tektonik dan jebakan sedimentasi yang sangat besar<span>  </span>yang mengelilinginya telah mengakibatkan mud volkano, banyak mengeluarkan gas methane dan hidrokarbon. Mud volkano dengan ketinggian lebih dari 200 meter terjadi Azerbaijan, erupsi yang sangat menghasilkan api. Iran dan pakistan juga memiliki mud volkano yang terletak penggunungan makran.<span>  </span></span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/China" title="China">China</a> memiliki<span>  </span>mud volcanoes di <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Xinjiang" title="Xinjiang">Xinjiang</a> province. Terdapat<span>  </span>juga mud volcanoes di Arakan Coast in Myanmar. Ada dua<span>  </span>active mud volcanoes di South  <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Taiwan" title="Taiwan">Taiwan</a>, dan yang lainnya tidak aktif.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Mud_Volcanoe.jpg" title="Lokbatan Mud Volcano eruption in Azerbaijan, 2001"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="///C:/DOCUME%7E1/GEO-3P%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image005.jpg" alt="Lokbatan Mud Volcano eruption in Azerbaijan, 2001" border="0" height="227" width="344" /><!--[endif]--></span></a></p>
<h3 align="center"><a title="North_and_South_America" name="North_and_South_America"></a><span class="editsection"><span style="font-weight:normal;">Gambar Mud volcano di azzerbaijan</span></span></h3>
<h3><span class="mw-headline">2. North and </span><span class="mw-headline">South America</span></h3>
<p><span>Mud volcanoes di Benua North American meliputi:</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Shrub_mud_volcano&amp;action=editredlink" title="Shrub mud volcano (not yet written)"><span>Shrub</span></a><span> dan </span><a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Klawasi_mud_volcano&amp;action=editredlink" title="Klawasi mud volcano (not yet written)"><span>Klawasi mud volcanoes</span></a><span> berada di </span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Copper_River_%28Alaska%29" title="Copper River (Alaska)"><span>Copper      River basin</span></a><span> terletak      </span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wrangell_Mountains" title="Wrangell Mountains"><span>Wrangell      Mountains</span></a><span>, </span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Alaska" title="Alaska"><span>Alaska</span></a><span>, </span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/USA" title="USA"><span>USA</span></a><span>. Banyak mengeluarkan <span> </span>CO<sub>2</sub>      and nitrogen; Mud volcanoes ini akibat proses </span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Magma" title="Magma"><span>magmatic</span></a><span>.</span></li>
<li class="MsoNormal">mud volcano dengan tinggi 30      m dengan luas puncak 100, 24 km dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Redondo_Beach%2C_California" title="Redondo Beach, California">Redondo Beach</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/California" title="California">California</a>,      and 800 m dibawah permukaan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pacific_Ocean" title="Pacific Ocean">Pacific      Ocean</a>.</li>
<li class="MsoNormal">mud volcanoes in the <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Salton_Sea" title="Salton Sea">Salton      Sea</a> dekat kota <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Niland%2C_California" title="Niland, California">Niland, California</a>. Banyak mengeluarkan CO<sub>2</sub>.</li>
<li class="MsoNormal"><span style="color:blue;">Smooth      Ridge mud volcano</span> in 1,000 m of water near <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Monterey_Canyon" title="Monterey Canyon">Monterey      Canyon</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/California" title="California">California</a>.</li>
<li class="MsoNormal"><a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Kaglulik&amp;action=editredlink" title="Kaglulik (not yet written)">Kaglulik</a><span style="color:blue;">      mud volcano</span>, 43 m di bawah permukaan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Beaufort_Sea" title="Beaufort Sea">Beaufort      Sea</a>, dekat batas utara <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Alaska" title="Alaska">Alaska</a> and <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Canada" title="Canada">Canada</a>. Pada daerah ini diduga terdapat kandungan      hidrokarbon.</li>
<li class="MsoNormal">Ada      banyak mud volcanoes di <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Trinidad_and_Tobago" title="Trinidad and Tobago">Trinidad and Tobago</a> di <span> </span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Caribbean" title="Caribbean">Caribbean</a>      dan Beberapa mud volcanoes di tropical island meliputi:
<ul>
<li class="MsoNormal"><span style="color:blue;"><a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Devils_Woodyard&amp;action=editredlink" title="Devils Woodyard (not yet written)">Devils Woodyard</a> mud volcano</span>       near <a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Hindustan%2C_Trinidad_and_Tobago&amp;action=editredlink" title="Hindustan, Trinidad and Tobago (not yet written)">Hindustan</a></li>
<li class="MsoNormal"><span style="color:blue;"><a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Moruga_Bouffe&amp;action=editredlink" title="Moruga Bouffe (not yet written)">Moruga Bouffe</a> mud volcano</span>       near <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Moruga" title="Moruga">Moruga</a></li>
<li class="MsoNormal"><span style="color:blue;"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Piparo" title="Piparo">Piparo</a> mud</span> volcano</li>
<li class="MsoNormal"><span style="color:blue;"><a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Chatham%2C_Trinidad_and_Tobago&amp;action=editredlink" title="Chatham, Trinidad and Tobago (not yet written)"><span>Chatham</span></a></span><span style="color:blue;"> mud volcano </span><span>di<span>        </span></span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Columbus_Channel" title="Columbus Channel"><span>Columbus       Channel</span></a><span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="color:blue;"><a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Chatham%2C_Trinidad_and_Tobago&amp;action=editredlink" title="Chatham, Trinidad and Tobago (not yet written)"><span>Chatham</span></a></span><span style="color:blue;"> mud volcano </span><span>di <span> </span></span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Columbus_Channel" title="Columbus Channel"><span>Columbus       Channel</span></a><span></span></li>
</ul>
</li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span style="position:absolute;z-index:-1;margin-left:96px;margin-top:12px;width:408px;height:204px;"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Volcan_de_lodo.jpg"><img src="///C:/DOCUME%7E1/GEO-3P%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image007.jpg" alt="Yagrumito Mud Volcano in Monagas, Venezuela. (6 km from Matur�n)" border="0" height="204" width="408" /></a></span><!--[endif]--><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Volcan_de_lodo.jpg" title="Enlarge"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="///C:/DOCUME%7E1/GEO-3P%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image008.gif" border="0" height="11" width="15" /><!--[endif]--></span></a></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Gambar Yagrumito Mud Volcano in Monagas, Venezuela. (6 km from Maturín)</span></p>
<p><b>South American mud volcanoes meliputi:</b></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><b>Venezuela</b>.      Di bagian timur dari Venezuela      terdapat beberapa mud volcanoes, mud ini mengandung air, gas biogenic,      tentunya juga mengandung hydrocarbons dan<span>       </span>yang terbanyak mengandung garam.</li>
<li class="MsoNormal"><b>Colombia</b><b>.</b> <span> </span><a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=El_Totumo&amp;action=editredlink" title="El Totumo (not yet written)">El Totumo</a> mud vocano terletak di      antara <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bolivar" title="Bolivar">Bolivar</a>      dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Atlantico" title="Atlantico">Atlantico</a>      (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Colombia" title="Colombia">Colombia</a>).      Mud volcano kira-kira mempuyai tinggi 50 kaki<a title="Other_parts_of_the_world" name="Other_parts_of_the_world"></a>.</li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span class="mw-headline"><b><span style="font-size:13.5pt;">3. Other parts of the world</span></b></span><b><span style="font-size:13.5pt;"></span></b></p>
<p>Pada pulau <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Baratang" title="Baratang">Baratang</a>, bagian dari kepulauan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Great_Andaman" title="Great Andaman">Great Andaman</a><span>  </span>pada <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Andaman_Islands" title="Andaman Islands">Andaman Islands</a>, <span> </span>samudra Indian <span> </span>juga memiliki mud volcanic yang activ. Sebagian besar <span> </span>terjadi peristiwa erupsi mud volcano<span>  </span>pada tahun <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/2003" title="2003">2003</a>.</p>
<p>Kecelakan pengeboran<span>  </span>offshore di Brunei pada tahun 1979 menyebabkan mud volcano dan erupsi baru berhenti setelah 30 tahun..</p>
<h3><a title="Yellowstone.27s_.22Mud_Volcano.22" name="Yellowstone.27s_.22Mud_Volcano.22"></a><span class="mw-headline">4. </span><span class="mw-headline">Yellowstone</span><span class="mw-headline">&#8216;s &#8220;Mud Volcano&#8221;</span></h3>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Yellowstone_mud_volcano_17894.jpg" title="Yellowstone's Mud Volcano feature. (NPS,Peaco,1998)."><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="///C:/DOCUME%7E1/GEO-3P%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image010.jpg" alt="Yellowstone's Mud Volcano feature. (NPS,Peaco,1998)." border="0" height="213" width="344" /><!--[endif]--></span></a></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span> </span>Gambar Yellowstone&#8217;s Mud Volcano feature. (NPS,Peaco,<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/1998" title="1998">1998</a>).</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yellowstone_National_Park" title="Yellowstone National Park"><span>Yellowstone National Park</span></a><span>&#8216;s <i>Mud Volcano </i><span>terjadi di peaco pada tahun 1998. </span><span> </span>ini banyak mengandung </span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hot_spring" title="Hot spring"><span>hot springs</span></a><span>, </span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mud_pot" title="Mud pot"><span>mud pots</span></a><span> and </span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Fumarole" title="Fumarole"><span>fumaroles</span></a><span> <span>daripada mud volcano. </span></span></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">Sumber: <span style="color:blue;">http://en.wikipedia.org/wiki/Mud_volcano</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:blue;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fazfast.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fazfast.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fazfast.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fazfast.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fazfast.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fazfast.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fazfast.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fazfast.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fazfast.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fazfast.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fazfast.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fazfast.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fazfast.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fazfast.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fazfast.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fazfast.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fazfast.wordpress.com&amp;blog=3080472&amp;post=12&amp;subd=fazfast&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fazfast.wordpress.com/2008/03/10/mud-volcano/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2cc22116a1e4b47030880dd0b4c62f4b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Rony</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Geolistrik</title>
		<link>http://fazfast.wordpress.com/2008/03/10/geolistrik/</link>
		<comments>http://fazfast.wordpress.com/2008/03/10/geolistrik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 17:24:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fazfast</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fazfast.wordpress.com/2008/03/10/geolistrik/</guid>
		<description><![CDATA[umum Penggunaan geolistrik pertama kali dilakukan oleh Conrad Schlumberger pada tahun 1912. Geolistrik merupakan salah satu metoda geofisika untuk mengetahui perubahan tahanan jenis lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan cara mengalirkan arus listrik DC (&#8216;Direct Current&#8217;) yang mempunyai tegangan tinggi ke dalam tanah. Injeksi arus listrik ini menggunakan 2 buah &#8216;Elektroda Arus&#8217; A dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fazfast.wordpress.com&amp;blog=3080472&amp;post=11&amp;subd=fazfast&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>umum</b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Penggunaan geolistrik pertama kali dilakukan oleh Conrad Schlumberger pada tahun 1912. Geolistrik merupakan salah satu metoda geofisika untuk mengetahui perubahan tahanan jenis lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan cara mengalirkan arus listrik DC (&#8216;Direct Current&#8217;) yang mempunyai tegangan tinggi ke dalam tanah. Injeksi arus listrik ini menggunakan 2 buah &#8216;Elektroda Arus&#8217; A dan B yang ditancapkan ke dalam tanah dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB akan menyebabkan aliran arus listrik bisa menembus lapisan batuan lebih dalam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span>Dengan adanya aliran arus listrik tersebut maka akan menimbulkan tegangan listrik di dalam tanah. Tegangan listrik yang terjadi di permukaan tanah diukur dengan menggunakan multimeter yang terhubung melalui 2 buah &#8216;Elektroda Tegangan&#8217; M dan N yang jaraknya lebih pendek dari pada jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka tegangan listrik yang terjadi pada elektroda MN ikut berubah sesuai dengan informasi jenis batuan yang ikut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang lebih besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span>Dengan asumsi bahwa kedalaman lapisan batuan yang bisa ditembus oleh arus listrik ini sama dengan separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan pengaruh dari injeksi aliran arus listrik ini berbentuk setengah bola dengan jari-jari AB/2.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><!--[if gte vml 1]&gt;                                                  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="///C:/DOCUME%7E1/GEO-3P%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" height="299" width="440" /><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Umumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang menggunakan 4 buah elektroda yang terletak dalam satu garis lurus serta simetris terhadap titik tengah, yaitu 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda tegangan (MN) di bagian dalam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang terjadi akan didapat suatu harga tahanan jenis semu (&#8216;Apparent Resistivity&#8217;). Disebut tahanan jenis semu karena tahanan jenis yang terhitung tersebut merupakan gabungan dari banyak lapisan batuan di bawah permukaan yang dilalui arus listrik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bila satu set hasil pengukuran tahanan jenis semu dari jarak AB terpendek sampai yang terpanjang tersebut digambarkan pada grafik logaritma ganda dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan jenis semu sebagai sumbu Y, maka akan didapat suatu bentuk kurva data geolistrik. Dari kurva data tersebut bisa dihitung dan diduga sifat lapisan batuan di bawah permukaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b> </b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b>Kegunaan</b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan sampai kedalaman sekitar 300 m sangat berguna untuk mengetahui kemungkinan adanya lapisan akifer yaitu lapisan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah &#8216;confined aquifer&#8217; yaitu lapisan akifer yang diapit oleh lapisan batuan kedap air (misalnya lapisan lempung) pada bagian bawah dan bagian atas. &#8216;Confined&#8217; akifer ini mempunyai &#8216;recharge&#8217; yang relatif jauh, sehingga ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak terpengaruh oleh perubahan cuaca setempat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Geolistrik ini bisa untuk mendeteksi adanya lapisan tambang yang mempunyai kontras resistivitas dengan lapisan batuan pada bagian atas dan bawahnya. Bisa juga untuk mengetahui perkiraan kedalaman &#8216;bedrock&#8217; untuk fondasi bangunan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Metoda geolistrik juga bisa untuk menduga adanya panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan salah satu metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk mengetahui secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b>Keunggulan</b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Keunggulan metoda geolistrik untuk mendeteksi perlapisan batuan sampai kedalaman sekitar 500 m.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<table class="MsoNormalTable" style="width:100%;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td style="width:25%;padding:1.5pt;" width="25%">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b>Item</b></p>
</td>
<td style="width:75%;padding:1.5pt;" width="75%">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b>Keunggulan</b></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Harga peralatan</p>
</td>
<td style="padding:1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Relatif murah</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Biaya survei</p>
</td>
<td style="padding:1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Relatif murah</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Waktu yang dibutuhkan</p>
</td>
<td style="padding:1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Relatif sangat cepat, bisa   mencapai 4 titik pengukuran atau lebih per hari</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Beban pekerjaan</p>
</td>
<td style="padding:1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Peralatan yang kecil dan ringan sehingga mudah untuk mobilisasi </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kebutuhan personal</p>
</td>
<td style="padding:1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sekitar 5 orang, terutama untuk   konfigurasi Schlumberger</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Analisa data</p>
</td>
<td style="padding:1.5pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Secara global bisa langsung diprediksi saat di lapangan </span></p>
</td>
</tr>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span>Konfigurasi</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span>Metoda geolistrik terdiri dari beberapa konfigurasi, misalnya yang ke 4 buah elektrodanya terletak dalam satu garis lurus dengan posisi elektroda AB dan MN yang simetris terhadap titik pusat pada kedua sisi yaitu konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk mengetahui nilai ketebalan dan tahanan jenis batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan dengan biaya survei yang relatif murah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span>Umumnya lapisan batuan tidak mempunyai sifat homogen sempurna, seperti yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi lapisan batuan yang terletak dekat dengan permukaan tanah akan sangat berpengaruh terhadap hasil pengukuran tegangan dan ini akan membuat data geolistrik menjadi menyimpang dari nilai sebenarnya. Yang dapat mempengaruhi homogenitas lapisan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, faktor ketidak-seragaman dari pelapukan batuan induk, material yang terkandung pada jalan, genangan air setempat, perpipaan dari bahan logam yang bisa menghantar arus listrik, pagar kawat yang terhubung ke tanah dsbnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span>&#8216;Spontaneous Potential&#8217; yaitu tegangan listrik alami yang umumnya terdapat pada lapisan batuan disebabkan oleh adanya larutan penghantar yang secara kimiawi menimbulkan perbedaan tegangan pada mineral-mineral dari lapisan batuan yang berbeda juga akan menyebabkan ketidak-homogenan lapisan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini umumnya relatif kecil, tetapi bila digunakan konfigurasi Schlumberger dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka ada kemungkinan tegangan listrik alami tersebut ikut menyumbang pada hasil pengukuran tegangan listrik pada elektroda MN, sehingga data yang terukur menjadi kurang benar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span>Untuk mengatasi adanya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum dilakukan pengaliran arus listrik, multimeter diset pada tegangan listrik alami tersebut dan kedudukan awal dari multimeter dibuat menjadi nol. Dengan demikian alat ukur multimeter akan menunjukkan tegangan listrik yang benar-benar diakibatkan oleh pengiriman arus pada elektroda AB. </span>Multimeter yang mempunyai fasilitas seperti ini hanya terdapat pada multimeter dengan akurasi tinggi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><b><span>a. Konfigurasi Dipole</span></b></i><span></span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span>Konfigurasi Dipole pada prinsipnya menggunakan 4 buah elektroda yaitu pasangan elektroda arus (AB) yang disebut &#8216;Current Dipole&#8217; dan pasangan elektroda potensial (MN) yang disebut &#8216;Potential Dipole&#8217;. </span><span>Pada konfigurasi Dipole elektroda arus dan elektroda potensial bisa terletak tidak segaris dan tidak simetris.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if gte vml 1]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="///C:/DOCUME%7E1/GEO-3P%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" height="264" width="526" /><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Beberapa macam konfigurasi Dipole</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b> </b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Untuk menambah kedalaman penetrasi maka jarak antara &#8216;Current Dipole&#8217; dan &#8216;Potential Dipole&#8217; diperpanjang, sedangkan jarak elektroda arus dan jarak elektroda tegangan tetap. Dan ini merupakan keunggulan konfigurasi Dipole dibandingkan konfigurasi Schlumberger maupun Wenner, karena tanpa memperpanjang kabel bisa mendeteksi batuan yang lebih dalam. Dalam hal ini diperlukan alat pengukur tegangan yang &#8216;high impedance&#8217; dan &#8216;high accuracy&#8217;.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Ada alat geolistrik merek tertentu yang bisa menggunakan multi &#8216;potensial elektrode&#8217; untuk satu bentangan elektroda arus. Dan hasil bisa langsung tergambar pada layar monitor. Dalam hal ini yang tergambar adalah &#8216;apparent resistivity&#8217; bukan &#8216;true resistivity&#8217; serta mengabaikan persyaratan pengukuran geolistrik yaitu homogenitas batuan, karena dalam konfigurasi Dipole tidak ada fasilitas untuk membuat batuan tidak homogen menjadi seakan-akan homogen. Sedangkan pada konfigurasi Schlumberger bisa dibuat data yang diperoleh dari batuan yang tidak homogen menjadi seakan-akan homogen.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><i>b. Konfigurasi Wenner</i></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Konfigurasi Wenner dikembangkan oleh Wenner di Amerika yang ke-empat buah elektroda-nya terletak dalam satu garis dan simetris terhadap titik tengah. Jarak MN pada konfigurasi Wenner selalu sepertiga (1/3) dari jarak AB. Bila jarak AB diperlebar, maka jarak MN juga harus diubah sehingga jarak MN tetap sepertiga jarak AB.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if gte vml 1]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="///C:/DOCUME%7E1/GEO-3P%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image005.gif" height="99" width="623" /><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Keunggulan dari konfigurasi Wenner ini adalah ketelitian pembacaan tegangan pada elektroda MN lebih baik dengan angka yang relatif besar karena elektroda MN yang relatif dekat dengan elektroda AB. Disini bisa digunakan alat ukur multimeter dengan impedansi yang relatif lebih kecil.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Pada konfigurasi Schlumberger idealnya jarak MN dibuat sekecil-kecilnya, sehingga jarak MN secara teoritis tidak berubah. Tetapi karena keterbatasan kepekaan alat ukur, maka ketika jarak AB sudah relatif besar maka jarak MN hendaknya dirubah. <span>Perubahan jarak MN hendaknya <b>tidak lebih besar dari 1/5 jarak AB.</b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><i><span> </span></i></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><i><span>Konfigurasi Schlumberger</span></i></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span>Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang bisa berpengaruh terhadap hasil perhitungan. Data yang didapat dari cara konfigurasi Wenner, sangat sulit untuk menghilangkan faktor non homogenitas batuan, sehingga hasil perhitungan menjadi kurang akurat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if gte vml 1]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="///C:/DOCUME%7E1/GEO-3P%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image007.gif" height="99" width="623" /><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span>Kelemahan dari konfigurasi Schlumberger ini adalah pembacaan tegangan pada elektroda MN adalah lebih kecil terutama ketika jarak AB yang relatif jauh, sehingga diperlukan alat ukur multimeter yang mempunyai karakteristik &#8216;high impedance&#8217; dengan akurasi tinggi yaitu yang bisa mendisplay tegangan minimal 4 digit atau 2 digit di belakang koma. Atau dengan cara lain diperlukan peralatan pengirim arus yang mempunyai tegangan listrik DC yang sangat tinggi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sedangkan keunggulan konfigurasi Schlumberger ini adalah kemampuan untuk mendeteksi adanya non-homogenitas lapisan batuan pada permukaan, yaitu dengan membandingkan nilai resistivitas semu ketika terjadi perubahan jarak elektroda MN/2.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Agar pembacaan tegangan pada elektroda MN bisa dipercaya, maka ketika jarak AB relatif besar hendaknya jarak elektroda MN juga diperbesar. Pertimbangan perubahan jarak elektroda MN terhadap jarak elektroda AB yaitu ketika pembacaan tegangan listrik pada multimeter sudah demikian kecil, misalnya kurang dari 1.0 milliVolt.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Umumnya perubahan jarak MN bisa dilakukan bila telah tercapai perbandingan antara jarak MN berbanding jarak AB = 1 : 20. Perbandingan yang lebih kecil misalnya 1 : 50 bisa dilakukan bila mempunyai alat utama pengirim arus yang mempunyai keluaran tegangan listrik DC sangat besar, katakanlah 1000 Volt atau lebih, sehingga beda tegangan yang terukur pada elektroda MN tidak lebih kecil dari 1.0 milliVolt.</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh penggunaan jarak MN/2 terhadap jarak AB/2</p>
<p style="text-align:justify;">- Untuk jarak AB/2 dari 2.5 m sampai 10 m, gunakan jarak MN/2 = 0.5 m</p>
<p style="text-align:justify;">- Untuk jarak AB/2 dari 10 m sampai 40 m, gunakan jarak MN/2 = 2.0 m</p>
<p style="text-align:justify;">- Untuk jarak AB/2 dari 40 m sampai 160 m, gunakan jarak MN/2 = 8.0 m</p>
<p style="text-align:justify;">- Untuk jarak AB/2 dari 160 m sampai 500 m, gunakan jarak MN/2 = 30 m</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b>Metoda Penghitungan Resistivity Semu</b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Untuk menghitung Resistivity Semu, diperlukan suatu bilangan faktor geometri (K) yang tergantung pada jenis konfigurasi, jarak AB/2 dan MN/2. <span>Perhitungan bilangan konstanta K ini berdasarkan rumus:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span>Rumus umum untuk Schlumberger dan Wenner :</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span>K = 2 x phi / ( 1 / AM &#8211; 1 / BM &#8211; 1 / AN + 1 / BN)</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span>Schlumberger :</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b>K = phi x (A x A &#8211; M x M) / (2 x M)</b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b>Wenner :</b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b>K = 2 x phi x a</b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span>Apparent Resistivity :</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span>Ra = K x V / I </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Catatan:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:38.9pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]--><span>AM, BM, AN, dan BN : </span>jarak antar elektroda, AB sebagai elektroda arus dan MN sebagai elektroda potensial (meter).<span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:38.9pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]-->A : Jarak AB/2 (meter)<span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:38.9pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]-->M : Jarak MN/2 (meter)<span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:38.9pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]-->Phi : 3.141592654<span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:38.9pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]--><span>A : jarak AB/3 atau jarak MN (meter)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:38.9pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]-->Ra : Apparent Resistivity (Ohm.meter)<span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:38.9pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]-->K : Faktor Geometri (meter)<span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:38.9pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]--><span>V : tegangan listrik pada elektroda MN (mV, milliVolt)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:38.9pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]--><span>I : arus listrik yang diinjeksikan melalui elektroda AB (mA, milliAmpere)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b>APLIKASI <b>GEOLISTRIK PADA GEOLINGKUNGAN</b></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Metode kelistrikan terdiri dari bermacam teknik yang mengunakan berbagai peralatan dan prosedur. Metode kelistrikan dapat dibagi menjadi 4 golongan :<span style="font-size:10pt;"> </span>direct current resistivity,electromagnetic, induced polarization, dan self potential. Metode kelistrikan diaplikasikan di bidang meineral dan problem geoenvironment, misalnya digunakan untuk mengidentifikasi mineral sulfide, investigasi hidrologi, dan dapat digunakan untuk identifikasi struktur dan lithologi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Contoh-contoh aplikasi:</p>
<ol>
<li class="MsoNormal">Identifikasi      penyebaran limbah cair</li>
<li class="MsoNormal">Menentukan      perluasan dari intrusi airgaram</li>
<li class="MsoNormal">menentukan      fractures and faults</li>
<li class="MsoNormal">Eksplorasi      geothermal</li>
<li class="MsoNormal"><span>Menentukan benda-benda arkeologi yang      terkubur,</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span> </span></b></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fazfast.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fazfast.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fazfast.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fazfast.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fazfast.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fazfast.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fazfast.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fazfast.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fazfast.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fazfast.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fazfast.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fazfast.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fazfast.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fazfast.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fazfast.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fazfast.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fazfast.wordpress.com&amp;blog=3080472&amp;post=11&amp;subd=fazfast&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fazfast.wordpress.com/2008/03/10/geolistrik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2cc22116a1e4b47030880dd0b4c62f4b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Rony</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Geofisika</title>
		<link>http://fazfast.wordpress.com/2008/03/10/geofisika/</link>
		<comments>http://fazfast.wordpress.com/2008/03/10/geofisika/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 16:49:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fazfast</dc:creator>
				<category><![CDATA[My KuliaH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fazfast.wordpress.com/2008/03/10/geofisika/</guid>
		<description><![CDATA[Geofisika adalah bagian dari ilmu bumi yang mempelajari bumi menggunakan kaidah atau prinsip-prinsip fisika. Di dalamnya termasuk juga meteorologi, elektrisitas atmosferis dan fisika ionosfer. Penelitian geofisika untuk mengetahui kondisi di bawah permukaan bumi melibatkan pengukuran di atas permukaan bumi dari parameter-parameter fisika yang dimiliki oleh batuan di dalam bumi. Dari pengukuran ini dapat ditafsirkan bagaimana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fazfast.wordpress.com&amp;blog=3080472&amp;post=9&amp;subd=fazfast&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><b>Geofisika</b> adalah bagian dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_bumi" title="Ilmu bumi">ilmu bumi</a> yang mempelajari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi" class="mw-redirect" title="Bumi">bumi</a> menggunakan kaidah atau prinsip-prinsip <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fisika" title="Fisika">fisika</a>. Di dalamnya termasuk juga meteorologi, elektrisitas atmosferis dan fisika ionosfer. Penelitian geofisika untuk mengetahui kondisi di bawah permukaan bumi melibatkan pengukuran di atas permukaan bumi dari parameter-parameter fisika yang dimiliki oleh batuan di dalam bumi. Dari pengukuran ini dapat ditafsirkan bagaimana sifat-sifat dan kondisi di bawah permukaan bumi baik itu secara vertikal maupun horisontal.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Dalam skala yang berbeda, metode geofisika dapat diterapkan secara global yaitu untuk menentukan struktur bumi, secara lokal yaitu untuk eksplorasi mineral dan pertambangan termasuk minyak bumi dan dalam skala kecil yaitu untuk aplikasi geoteknik (penentuan pondasi bangunan dll).</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Di Indonesia, ilmu ini dipelajari hampir di semua <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perguruan_tinggi_negeri&amp;action=edit&amp;redlink=1" class="new" title="Perguruan tinggi negeri (belum dibuat)">perguruan tinggi negeri</a> yang ada. Biasaya geofisika masuk ke dalam <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fakultas" title="Fakultas">fakultas</a> Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), karena memerlukan dasar-dasar ilmu <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fisika" title="Fisika">fisika</a> yang kuat, atau ada juga yang memasukkannya ke dalam bagian dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Geologi" title="Geologi">Geologi</a>. Saat ini, baik geofisika maupun geologi hampir menjadi suatu kesatuan yang tak terpisahkan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_bumi" title="Ilmu bumi">Ilmu bumi</a>.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Bidang kajian ilmu geofisika meliputi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Meteorologi" title="Meteorologi">meteorologi</a> (udara), geofisika bumi padat dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oseanografi" title="Oseanografi">oseanografi</a>(laut).</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Beberapa contoh kajian dari geofisika bumi padat misalnya <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seismologi" title="Seismologi">seismologi</a> yang mempelajari gempabumi, ilmu tentang gunungapi (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Berapi" class="mw-redirect" title="Gunung Berapi">Gunung Berapi</a>) atau <i>volcanology</i>, <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Geodinamika&amp;action=edit&amp;redlink=1" class="new" title="Geodinamika (belum dibuat)">geodinamika</a> yang mempelajari dinamika pergerakan lempeng-lempeng di bumi, dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eksplorasi_seismik" title="Eksplorasi seismik">eksplorasi seismik</a> yang digunakan dalam pencarian hidrokarbon.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fazfast.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fazfast.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fazfast.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fazfast.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fazfast.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fazfast.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fazfast.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fazfast.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fazfast.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fazfast.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fazfast.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fazfast.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fazfast.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fazfast.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fazfast.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fazfast.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fazfast.wordpress.com&amp;blog=3080472&amp;post=9&amp;subd=fazfast&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fazfast.wordpress.com/2008/03/10/geofisika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2cc22116a1e4b47030880dd0b4c62f4b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Rony</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
